Jumat, 22 Juni 2012

Phanomenologie de Geistes



Phanomenologie de Geistes )1807) adalah salah satu karya filosofis penting dari Heggel atau GWF. Heggel, dan Idealisme Jerman dianggap mencapai puncaknya di awal XIX pada jamannya. Judul dari tulisannya tersebut sering diterjemaahan sebagai Fenomenologi Roh atau pikiran, dalam terminologi bahasa Inggris diterjemaahkan The Phenomenology of Spirit,  karena dianggap Geists memiliki makna ganda.
Buku ini dianggap salah satu karya terbaik dalam sejarah Filsafat, karena didalamnya menerapkan inti dari metode filsafat yang membedakan dengan filsafat sebelumnya, terutama dari para filssawan Kant, Fichte dan Schelling. Heggel melakukan pendekatan dengan menggunakan metode dialektika. Heggel menyerang kecenderungan dialektis dari ajaran fisafat sebelumnya, untuk kemudian mengolah teori umum dialektika idealis serta menggunakannya keberbagai bidang pengetahuan.
Heggel bertitik tolak dari pikiran. Menurutnya, dialektika adalah ajaran tentang perkembangan pengertian (konsepsi, ide). Heggl menguraikan proses gerak intern dan pikiran, dari pengertian, dari ide. Heggel berpendapat bahwa metode adalah bentuk gerak intern ide absolut. Dan ide merupakan keprimeran yang sesungguhnya; alam dalam keseluruhannya adalah hasil ide yang bukan ide dari makhluk biasa, tetapi ide yang terlepas dari manusia, atau ide abdolut, sama dengan Tuhan.
Pada saat mendalami tentang perkembangan sendiri, dikemukakan adanya problem negasi dialektis. Meneurut Heggel, : setiap gejala disebutnya tesis, dalam perkembangannya melahirkan negasinya sendiri, yaitu anti tesis. Untuk kemudian menghasilkan sesuatu yang baru, yakni Sintesis, itu pun masih mengandung sifat dari gejala yang lama. Disini Heggel menarik kesimpulan, bahwa gerak berlangsung dari yang rendah kearah yang lebih tinggi.
Sistim filsafat Heggel juga memandang gerak dari ide absolut, yang mewakili pikiran manusia riil dan berubah menjadi akal, ratio dan dunia yang berkemebang sendiri. Pikiran identik dengan substansi. Benda dan pikiran adalah sama, dalam dirinya dan bagi dirinya. Alam dianggap substansi yang berpikir, dinamakan pula ide absolut dan hakekat duni. Dan ide absolut adalah segala-galanya, karena mengatur dan menjadi sumber segala-galanya. Ide abdolut yang berada diluar kenyataan itulah yang disebut sumber swa gerak. Inilah yang disebut idealisme obyektif dari Heggel.

Tidak ada komentar: